
Sebagaimana kita ketahui, sains mempunyai peran sangat penting dalam penguasaan teknologi. Untuk itu, kemampuan penguasaan teknologi tidak hanya dikembangkan melalui peningkatan keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga melalui pengembangan daya nalar dan daya kreasi pada setiap jenjang pendidikan. Hal tersebut merupakan landasan yang kokoh untuk meningkatkan mutu pendidikan dalam meraih masa depan bangsa yang lebih maju. Upaya peningkatan kemampuan anak bangsa dalam bidang sains telah menunjukkan hasil yang menggembirakan, yang terbukti dengan semakin terus meningkatnya dari tahun ke tahun, peserta didik yang telah berhasil meraih medali dalam berbagai olimpiade sains, baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.
Demikian dikatakan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Republik Indonesia Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Drs. H.A.M. Firdaus, M.Si selaku Inspektur Upacara Pada Upacara Hari Pendidikan Nasional di lapangan kantor Gubernur Jambi (Senin, 04/05)
Dikatakan Mendiknas, setiap kali kita memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kita akan mengenang seorang tokoh nasional yang sangat berjasa dalam pembangunan pendidikan nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau adalah pelopor pendidikan bagi bangsa Indonesia yang telah berjuang dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa kita. Berkenaan dengan itu, patutlah kita senantiasa meneladani perjuangan beliau sebagai pelopor pembaruan dalam dunia pendidikan yang harus terus kita kembangkan seiring dengan tuntutan kebutuhan masyarakat serta kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (Ipteks). Untuk itu, tema Hardiknas tahun ini adalah "Pendidikan Sains, Teknologi, dan Seni Menjamin Pembangunan Berkelanjutan dan Meningkatkan Daya Saing Bangsa". Tema tersebut sangat relevan dengan permasalahan dewasa ini dalam konteks peningkatan mutu pendidikan nasional untuk menyiapkan insan Indonesia yang cerdas dan berdaya saing.
Dikatakan Mendiknas lagi, meskipun upaya kita untuk mencerdaskan kehidupan bangsa telah menampakkan banyak kemajuan, kita juga sadar bahwa masih terdapat banyak kekurangan dan tantangan yang harus kita hadapi. Oleh karena itu, kita harus bekerja keras untuk membangun pendidikan nasional dalam rangka peningkatan mutu dan pemerataan pendidikan melalui berbagai terobosan kebijakan. Guna menjawab berbagai kekurangan dan tantangan dalam membangun pendidikan nasional tersebut, dalam rencana Strategis Depdiknas 2005-2009 telah ditetapkan tiga pilar kebijakan, yaitu pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing pendidikan, serta penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan. Pada akhir tahun 2008 hampir seluruh indicator kinerja utama rencana strategis tersebut telah tercapai, bahkan banyak yang melampaui target. Ke depan kita perlu terus meningkatkan pembangunan pendidikan nasional sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tuntutan zaman. Untuk itu pada tahun 2009 Depdiknas telah menetapkan 11 (sebelas) terobosan kebijakan secara massal dan telah menunjukkan hasil-hasil yang positif, yaitu sebagai berikut : 1. Pendanaan pendidikan secara massal. 2. Peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik. 3. Penerapan TIK untuk e-pembelajaran dan e-administrasi. 4. Pembangunan prasarana dan sarana pendidikan. 5. Rehabilitasi prasarana sarana pendidikan. 6. Reformasi pembukuan secara mendasar. 7. Peningkatan mutu dan daya saing pendidikan dengan pendekatan komprehensif. 8. Perbaikan rasio peserta didik SMK SMA. 9. Otonomisasi satuan pendidikan. 10. Intensifikasi dan ekstensifikasi pendidikan nonformal dan informal untuk menggapaikan layanan pendidikan kepada peserta didik yang tak terjangkau pendidikan formal (reaching the unreached). 11. Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan dengan pendekatan komprehensif.
Resensi Buku Jilbab Traveler
15 tahun yang lalu




0 komentar:
Posting Komentar